SOSIOLOG AGAMA: PENISTA AGAMA SENGAJA MEMECAH AGAMA DI NEGERI PANCASILA INI

0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second

Kasus-kasus penistaan agama di negeri ini datang berulang-ulang. Justru di tengah pemerintah serius menangani wabah Covid 19, seorang mengaku bernama M. Kece menistakan agama Islam.

Menurut Prof. HM Baharun, orang yang murtad atau pindah agama, namun perilakunya semakin jahat, liar, dan norak, maka dia bohong jika mengaku benar-benar beragama. “Sebab agama itu mestinya memberikan ketentraman atas keyakinannya sendiri, bahkan seharusnya semakin membangun kerukunan,” kata Guru Besar Sosiologi Agama itu.

“Apalagi di negeri Pancasila, yang setiap umat beragama harus saling menghormati, ” tambah Alumnus PPSA XVII LEMHANNAS RI ini.

Menurutnya jika dicermati, kebanyakan mereka yang murtad (konversi ke agama lain dari Islam) itu adalah sebagian karena sakit hati dan dendam perorangan. Juga ada karena motivasi ekonomi dan kebutuhan hidup serta ingin dikenal di lingkungan barunya. “Sepanjang pengetahuan saya jarang lantaran dorongan atau motivasi intelektual, misalnya dengan metode perbandingan secara ilmiah. Sehingga karena motivasi dua faktor tersebut, maka mereka, termasuk kasus M. Kece dan lain-lain yang mendahuluinya, hanya bisa menghina, mengolok-olok, memutarbalikkan fakta, serta mengubah-ubah ayat, mungkin sengaja untuk menaikkan kepercayaan mereka yang berkepentingan dan phobia terhadap Islam.

Menurut saya, institusi agama yang menampung ‘euforia’ murtaddin ini jangan keburu mendukung, karena yang diucapkannya itu dusta dan palsu. Malah kontraproduktif dan bisa merusak kerukunan umat beragama, yang rugi nanti minoritas sendiri.

Dialog agama boleh dilaksanakan, tapi monolog yang hobi menghina dan mengolok-olok agama, dari pihak manapun tidak bisa dibenarkan.

Saya curiga pelaku-pelaku penistaan agama ini mereka dari anggota PKI yang bangkit, disusupkan yang sengaja memecah agama di negeri Pancasila ini agar terjadi benturan sosial.
Kasus konversi agama memang terjadi di negara-negara lain termasuk di Eropa dan Amerika, tapi mereka secara ilmiah berdiskusi dengan akal sehat. Bukan dengan caci-maki dan penistaan serta mencomot teks agama semau-maunya. Karena itu pihak aparat harus cepat memproses kasus ini agar tidak menimbulkan ekses masif bentrok antarumat beragama yang mengancam kerukunan berbangsa dan bernegara.

Menurut HM Baharun, negeri kita ini paling rukun dan dan damai dalam beragama. Berabad-abad di sekeliling Candi Borobudur itu Islam-Budha hidup rukun. Di Bromo ada Hindu hidup berdampingan dengan para santri pondok dan masjid. Sampai sutradara Prancis tertarik bikin film dokumenter kerukunan beragama yang monumental ini. Sementara di Jakarta ada Katedral dan Masjid Istiqlal hidup berdampingan. Gegara segelintir orang, atau mungkin intelijen asing yang berusaha merusak kerukunan nasional yang luar biasa ini saja, maka kita diacak-acak seperti ini. “Karena itu kita harus selalu waspada,” ujar Ketua PP Tarbiyah -PERTI ini menutup wawancara. []

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *