Semena-Mena, PT Sentul City Membuldozer Rumah-Rumah Warga

0 0
Read Time:3 Minute, 56 Second

PN, Jakarta — Perampasan tanah rakyat di Sentul Bogor kian marak sejak 2 pekan terakhir ini. Diduga kuat hal itu dilakukan oleh PT Sentul City yang menggunakan PT Dayu sebagai eksekutor lapangan.

Dengan mengerahkan puluhan preman bersenjata plus alat berat yang disewa, rumah-rumah penduduk yang sudah berpuluh tahun ditempati serta tanah yang mereka kelola secara legal itu dihancurkan. Barang-barang mereka pun terburai di tengah tangis penghuninya yang tak berdaya melawan kesewenang-wenangan ini.

Anehnya, terkesan ada pembiaran karena tidak ada aparat petugas dari mana pun. “Kami penduduk di sini, beli secara sah dan bayar PBB, kok diusir. Kami tak dibela pemerintah,”kata warga Sentul yang ketakutan karena sering diteror PT. Ia menunjukkan dokumen jual-beli dan bukti penguasaan secara fisik. Tapi lagi-lagi rakyat tak berdaya karena pemerintah setempat tidak berpihak kepada mereka. “Kalau PT berminat beli saja sesuai harga pasar, jangan merampok hak kami,” kata yang lain. Kini secara kelompok mereka akan mengajukan tuntutan balik atas perampasan itu.

Di lapangan, dengan paksa rumah-rumah dibuldozer. Tanaman palawija, manggis, salak dan sebagainya dirusak. “Termasuk budidaya ikan,” kata warga yang lain sangat menyesalkan perusaan lingkungan secara melawan hukum ini.

Apa harapan warga? “Pemerintah turun tangan, polisi jika dilapori datang ke TKP,” kata yang lain. Sementara beberapa waktu lalu Presiden Jokowi sudah menegaskan pembelaan atas tanah rakyat yang dirampas pengusaha ini. Dipublis YouTube, pidato beliau kini beredar di tengah warga untuk menagih janji ini. Menurut sumber media, mereka berani menggusur untuk rencana perumahan mewah ini karena dibeking “orang kuat” seperti sempat terlontar dari mulut preman.

Mereka mengatakan bahwa ada banyak persoalan (perselisihan) di Sentul City antara warga (penghuni) dengan developer yang tidak kunjung selesai. Diantaranya, pungutan BPPL (iuran lingkungan) Sentul City sudah kalah di Pengadilan (inkrah) tapi tidak dieksekusi oleh pengadilan. Menurutnya, kini persoalan IPL ada dualism, ada yg swakelola dan ada yg tetap dipungut Sentul City.

Masalah suplai air bersih yang ingkar janji, dan dituntut Warga sehingga kalah di pengadilan. Sekarang air disupai oleh PDAM Kabupaten Bogor. Begitu juga dengan fasos fasum yang baru diserahkan ke Pemda/warga setelah dituntuk oleh warga.

Dikatakan juga banyak pemilik yang sertifikatnya belum selesai; cenderung bermasalah). Hal ini dinilainya ada indikasi kong kalikong antara Pengembang Sentul City dengan Penguasa, baik di tingkat kecamatanan, kabupaten, maupun dan pusat. “Sekarang, komisaris utama Sentul City adalah Mantan Komisioner KPK,” ujar di antara mereka berharap keadilan benar-benar dapat ditegakkan, buka justru sebaliknya. []Jakarta — Perampasan tanah rakyat di Sentul Bogor kian marak sejak 2 pekan terakhir ini. Diduga kuat hal itu dilakukan oleh PT Sentul City yang menggunakan PT Dayu sebagai eksekutor lapangan.

Dengan mengerahkan puluhan preman bersenjata plus alat berat yang disewa, rumah-rumah penduduk yang sudah berpuluh tahun ditempati serta tanah yang mereka kelola secara legal itu dihancurkan. Barang-barang mereka pun terburai di tengah tangis penghuninya yang tak berdaya melawan kesewenang-wenangan ini.

Anehnya, terkesan ada pembiaran karena tidak ada aparat petugas dari mana pun. “Kami penduduk di sini, beli secara sah dan bayar PBB, kok diusir. Kami tak dibela pemerintah,”kata warga Sentul yang ketakutan karena sering diteror PT. Ia menunjukkan dokumen jual-beli dan bukti penguasaan secara fisik. Tapi lagi-lagi rakyat tak berdaya karena pemerintah setempat tidak berpihak kepada mereka. “Kalau PT berminat beli saja sesuai harga pasar, jangan merampok hak kami,” kata yang lain. Kini secara kelompok mereka akan mengajukan tuntutan balik atas perampasan itu.

Di lapangan, dengan paksa rumah-rumah dibuldozer. Tanaman palawija, manggis, salak dan sebagainya dirusak. “Termasuk budidaya ikan,” kata warga yang lain sangat menyesalkan perusakan lingkungan secara melawan hukum ini.

Apa harapan warga? “Pemerintah turun tangan, polisi jika dilapori datang ke TKP,” kata yang lain. Sementara beberapa waktu lalu Presiden Jokowi sudah menegaskan pembelaan atas tanah rakyat yang dirampas pengusaha ini. Dipublis YouTube, pidato beliau kini beredar di tengah warga untuk menagih janji ini. Menurut sumber media, mereka berani menggusur untuk rencana perumahan mewah ini karena dibeking “orang kuat” seperti sempat terlontar dari mulut preman.

Mereka mengatakan bahwa ada banyak persoalan (perselisihan) di Sentul City antara warga (penghuni) dengan developer yang tidak kunjung selesai. Diantaranya, pungutan BPPL (iuran lingkungan) Sentul City sudah kalah di Pengadilan (inkrah) tapi tidak dieksekusi oleh pengadilan. Menurutnya, kini persoalan IPL ada dualism, ada yg swakelola dan ada yg tetap dipungut Sentul City.

Masalah suplai air bersih yang ingkar janji, dan dituntut Warga sehingga kalah di pengadilan. Sekarang air disupai oleh PDAM Kabupaten Bogor. Begitu juga dengan fasos fasum yang baru diserahkan ke Pemda/warga setelah dituntuk oleh warga.

Dikatakan juga banyak pemilik yang sertifikatnya belum selesai; cenderung bermasalah). Hal ini dinilainya ada indikasi kong kalikong antara Pengembang Sentul City dengan Penguasa, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun pusat. “Sekarang, komisaris utama Sentul City adalah Mantan Komisioner KPK,” ujar di antara mereka berharap keadilan benar-benar dapat ditegakkan, bukan justru sebaliknya. []

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *