Meski Berkoar Green Living, Sentul City Rusak dan Kuasai Lahan Untuk Ponpes Lingkungan Hidup

0 0
Read Time:1 Minute, 0 Second

Bogor, PN — Sengkarut persoalan perampasan tanah warga masyarakat di Sentul, Bogor (Jawa Barat) memasuki babak baru. Pihak PT Sentul City akan “berdamai” dengan rakyat melalui Rocky Gerung, dan menyetujui kawasan Sentul jadi green living (lingkungan hijau).
Namun warga masih cemas dan menunggu pembuktian perampasan itu dibatalkan. Ada yang tidak percaya pendekatan terakhir ini, karena ketika buldozer pengembang itu meluluh-lantakkan bangunan mereka, pohon-pohonan yang ada dibabat semua, kolam ikan dirusak — untuk menghilangkan jejak tanah.
“Jika benar untuk kawasan green living, kenapa lahan yang mau dibangun Pesantren Berbasis Lingkungan Hidup diluluh-lantakkan juga?,” ujar Humaidi yang bertahun-tahun melestarikan lingkungan, kini rumahnya diratakan dengan tanah dan pepohonan ditebangi oleh para preman.

Masyarakat kini juga khawatir pihak pengembang mengadu domba. “Saat ini di satu sisi Sentul City merampas tanah untuk pesantren Lingkungan Hidup, di sisi lain dia menghadiahkan untuk ormas tertentu sampai 10 hektar tanah untuk pendidikan, sedang yang mau dikuasai ratusan hektar. “Yang kecil diinjak, dirampas, yang besar dikasih jatah hasil ambil paksa, tanpa prosedur hukum,” ujar sumber lainnya kepada MK.

Kini warga butuh keadilan. Jangan sampai yang satu pihak karena menekan diakomodasi, namun ratusan lainnya yang kecil-kecil tetap dikuasai tanahnya tanpa hak. Rakyat pasti terus berlanjut melawan untuk mengambil haknya. []

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *